Bagaimana Para Raja Membangun Piramida?

Piramida adalah bangunan paling tua di Mesir. Seribu tahun sebelum masehi, piramida-piramida yang terdapat di Mesir sudah ada. Jadi, sulit diketahui berapa umur piramida yang sesungguhnya.

Piramida juga dikenal sebagai bangunan yang paling misterius. Sebab, piramida sesungguhnya adalah makam raja-raja Mesir kuno seperti Fir’aun. Bangsa Mesir kuno percaya kehidupan setelah kematian bergantung pada pengawetan tubuh mereka. Maka raja-raja Mesir yang wafat diawetkan dengan cara dibalsem, dijadikan mumi. Kemudian mumi disembunyikan di bawah tanah di dalam lorong yang ditutupi balok-balok batu besar.

Di dalam makam dikuburkan pula makanan, perhiasan, barang-barang kesukaan raja semasa hidup, dan berbagai kebutuhan lain. Semua itu untuk bekal kehidupan sang raja setelah kematian. Maka mumi raja-raja Mesir kuno harus disembunyikan di tempat yang sangat aman agar terhindar dari kemungkinan dibongkar para perampok.

Piramida juga termasuk salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Sebab, piramida di bangun dengan teknik arsitekstur yang sangat menakjubkan. Contohnya, piramida Giza yang sangat besar. Tingginya mencapai 160 meter. Dibangun dari 2.300.000 balok batu. Setiap balok batu tingginya 2 meter, diagonalnya sekitar 5 meter, dan beratnya rata-rata 2,5 ton.

Bayangkan, dari mana mendapatkan balok-balok batu berukuran raksasa itu? Alat transportasi apa yang digunakan untuk mengangkutnya? Bagaimana cara menaikkan balok-balok batu yang teramat berat itu? Padahal pada masa itu belum ada mesin, semua dikerjakan dengan tenaga manusia.

Alasan-alasan inilah yang membuat piramida-piramida di Mesir termasuk salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Tetapi para ahli purbakala, ahli seni arsitektur kuno, terus-menerus menelusuri jejak pembangunan piramida-piramida di Mesir.

Konon, balok-balok batu yang digunakan untuk membangun piramida diangkut dengan perahu dari tempat penggalian batu di seberang sungai Nil. Terutama dilakukan ketika sungai Nil sedang pasang.

Untuk membangun piramida yang besar, melibatkan sekitar 100.000 pekerja. Mereka harus bolak-balik sekitar 500.000 kali untuk mengangkut balok-balok batu.

Cara membangun piramida secara bertahap. Ketika bangunan piramida bertambah tinggi, dibuat landasan landai sampai ke tanah. Kemudian para pekerja menarik batu-batu ke atas melalui landasan.

Setelah bangunan bertambah tinggi lagi, dibuat landasan lantai yang baru untuk menaikkan balok-balok batu. Begitu seterusnya hingga terbentuk bangunan piramida yang sangat menakjubkan.

Jelas sekali, ternyata membangun piramida sebenarnya tidak terlalu rumit. Hanya saja sangat memeras tenaga dan menuntut kesabaran. Untuk membangun piramida yang besar, bisa memakan waktu selama 20 tahun. Masya Allah… lama sekali!

Sumber: Tabloid Yunior – Koran Suara Merdeka

Iklan

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s