Mengenal Badak Yuuk !!

Badak, binatang yang satu ini sering kita lihat di televisi. Namun asal tahu saja, populasi binatang berkulit tebal ini makin menurun. Diperkirakan hanya 2.400 badak hitam serta 3.000 badak putih yang tersisa di alam bebas ini. Dan tentu saja, jumlah badak jenis lain tidak lebih banyak daripada badak-badak tersebut.

Ternyata binatang yang satu ini termasuk langka, karena mampu berumur panjang. Badak bisa mencapai usia 50 tahun. Ketika dewasa, bobotnya mencapai 3 ton (3000 kg) atau dua kali berat gerbong kereta api. Hebatnya lagi, dalam umur 5-6 tahun, ia sudah kawin.

Kita memang sering melihat badak bercula satu ataupun dua. Asal tahu saja, anak badak yang baru lahir ternyata belum bercula. Bayi badak itu bobotnya sekitar 40 kg. Hebatnya lagi, bayi badak hanya dalam beberapa menit sudah dapat berjalan.

Si bayi itu akan terus mengikuti induknya untuk menyusu, hingga usianya setahun. Kendati sebenarnya, dalam beberapa minggu sejak dilahirkan, ia sudah sanggup makan rumput dan daun-daunan.

Untuk Obat

Badak merupakan binatang langka yang dilindungi hukum dan tak boleh dibunuh. Kendati demikian, masih banyak yang membunuh binatang langka ini. Tak mengherankan jika populasinya belakangan ini kian merosot.

Lantas, sebenarnya untuk apa badak diburu manusia? Ternyata badak serba laku untuk dijual anatomi tubuhnya. Yang paling mahal culanya. Di Cina dan beberapa negara lain, cula, kulit, darah, bahkan air seninya laku tinggi. Bahan-bahan ini diramu sedemikian rupa untuk dibuat berbagai jenis obat untuk aneka penyakit. Kulit badak yang tebal juga sangat mahal.

Di Afrika, ada dua jenis badak yang terkenal, yakni badak hitam dan putih. Sesungguhnya kedua jenis badak itu tak jauh berbeda warna kulitnya, abu-abu. Hanya yang satu sedikit lebih terang.

Di Indonesia terdapat beberapa jenis badak, di antaranya badak Jawa dan Sumatera. Badak Jawa tinggal segelintir, sedangkan badak Sumatera agak lebih baik. Boleh jadi lantaran lingkungan hidupnya lebih luas.

Kulit badak yang tebal tak memiliki kalenjar keringat, sehingga sering merasa kepanasan. Karena itu, badak sering berkubang dalam lumpur berjam-jam agar badannya terasa nyaman. Sayang, lumpur yang menempel itu mengundang ulat, lalat, dan kutu untuk hidup di kulitnya.

Ya, untunglah ada beberapa jenis burung pemakan serangga yang suka menyantap kutu-kutu tersebut. Itulah contoh simbiosis mutualisme, yaitu kerja sama yang saling menguntungkan antara dua jenis makhluk hidup.

Sumber: Tabloid Yunior – Suplemen koran Suara Merdeka edisi Minggu

Iklan

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s