Mengapa Panda Suka Makan Daun Bambu?

Pere David, seorang ahli zoolog Perancis, merasa lega. Ia telah berhasil meneliti panda di pegunungan Yunnan dan Szchwan tahun 1863. Kenangan paling manis, ia bisa bercanda dan bermain dengan binatang lucu itu. Dukanya, dalam penelitian ia harus nyerempet-nyerempet bahaya. Maka setelah berhasil, ia pun bersyukur. Segudang ilmu tentang kehidupan panda terekam dalam pikirannya.

Uniknya setelah panda itu ditemukan, Pere David justru bingung. Ia tidak tahu panda itu masuk dalam golongan binatang mana. Dilihat sepintas, panda memang mirip beruang. Namun sebenarnya tidak sama.

Karena mendapat kesulitan, David membicarakan dengan para ahlinya. Akhirnya misteri panda itu terkuak. Ternyata panda tidak termasuk dalam famili Ursidae atau Procyonidae. Ia masuk dalam golongan Ulirudae. Lebih lanjut David mengatakan, panda termasuk mamalia langka.

Ia sangat unik dan penampilannya menggemaskan. Hingga panda banyak disukai orang. Anak-anak kecil biasanya kalau meilhat panda senang banget. Sayang, panda jarang ada. Orang pun pintar. Agar anak kecil tidak kecewa, ia membuat duplikat boneka panda. Ternyata berhasil. Di sudut jalan dan pusat keramaian terdapat banyak panda.

Ironisnya, panda yang benar-benar binatang justru jarang. Kalau toh ada, di antaranya terdapat di kebun binatang Xiang, Cina. Di tempat itu terdapat panda raksasa (giant panda). Panda itu beratnya 75-125 kg. Panjangnya 1,3 – 1,6 m. Di samping itu terdapat panda paling ajaib di dunia. Namanya Dan Dan. Satwa ajaib ini berbulu cokelat dengan kombinasi warna hitam dan putih.

Mengapa panda langka? Menurut Pere David, panda hidupnya sangat istimewa. Di habitat aslinya panda hidup di daerah yang tidak ramah dengan manusia. Panda hidup di daerah yang sulit dijangkau manusia. Ia senang hidup di kawasan yang alami. Yaitu di hutan bambu yang dikelilingi gunung tinggi dengan lerengnya curam dan terjal. Setiap hari daerah ini diselimuti kabut dan salju.

Anaknya Sedikit

Meskipun panda dibudidayakan orang, hasilnya belum tentu memuaskan. Apalagi sampai beranak-pinak seperti di alam aslinya. Hal ini disebabkan alat reproduksi panda sangat kecil. Hingga waktu bekerja tidak efektif. Ini menjadikan perkembangan populasi panda terhambat. Buktinya, panda anaknya sedikit. Paling banyak cuma dua. Itu pun belum tentu hidup semua. Sebab, anak panda selalu diancam bahaya. Sedikit saja lengah ia akan dimakan binatang buas.

Mengapa panda makan bambu? Menurut nenek moyangnya, sebenarnya panda makan daging. Ini dibuktikan bahwa panda berusus pendek. Namun karena panda suka hidup di hutan bambu, di kawasan ini tidak ada buah-buahan atau makanan lain. Meskipun keras dan daunnya kasar, bambu itu dimakan juga. Paling tidak panda sehari makan bambu sampai 12 jam.

Waktu panda makan, tampak lucu sekali. Ia duduk di atas pantat. Dengan dibantu ibu jarinya, keenam jari tangannya memetik daun bambu yang masih muda. Kemudian ia makan pupus bambu itu dengan lahap. Kenyataannya, sekarang panda tidak hanya makan bambu. Ia juga suka makan makanan yang berair. Malahan di kebun binatang Cina, panda diberi makan bestik.

Meskipun populasinya sulit, orang selalu berusaha agar pada jangan sampai punah. Di Cina, panda banyak dibudidayakan orang. Caranya, dengan beternak. Sebelum bibit panda diboyong, diciptakan habitat yang persis seperti di alam asli. Lokasinya, daerah pegunungan yang hawanya sejuk dan nyaman.

Kemudian ditanami bambu. Kawasannya diisolasi jangan sampai dimasuki manusia atau binatang buas. Temperatur udaranya dijaga agar tetap konstan dan bebas polusi.

Sumber: Tabloid Yunior – Suplemen koran Suara Merdeka edisi Minggu

Iklan

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s