Mengapa Penguin Tahan Dingin?

Di belahan bumi selatan, dengan pusat di Antartika, merupakan lingkungan yang buas dan menyiksa bagi banyak hewan, juga manusia. Suhu udara di sana sangatlah dingin, nyaris tidak pernah kebagian sinar matahari. Maka semua air membeku jadi gunung-gunung salju. Tetapi beberapa jenis penguin dapat hidup dengan nyaman di sana.

Penguin memang bangsa burung yang unik dan berpenampilan khas. Tubuhnya berdiri tegak di atas kakinya yang pendek. Meskipun punya sayap, tapi tidak bisa digunakan terbang. Kedua sayapnya dimanfaatkan sebagai alat dayung ketika berenang, melengkapi kedua kakinya yang terdapat selaput renang.

Di daerah-daerah kutub, penguin benar-benar bisa hidup dengan nyaman dan merdeka. Karena mereka tidak mempunyai banyak musuh. Binatang-binatang buas jarang yang mampu bertahan hidup di sana, kecuali beberapa jenis serigala salju. Manusia juga tak sanggup bertempat tinggal di sana, kecuali bangsa Eskimo. Bisa jadi, musuh yang menakutkan bagi penguin adalah reruntuhan gunung-gunung salju yang kadang-kadang mencelakai mereka.

Sekarang ada rasa penasaran menggelitik benak kita. Mengapa penguin tahan dingin? Bangsa burung yang unik ini memiliki bulu yang padat, rapat, tebal dan kedap air. Jadi, air dan suhu udara dingin tidak langsung menembus ke kulitnya. Keistimewaan bulu-bulunya yang kedap air, seusai dalam air lalu mentas ke darat, dalam sekejap bulu-bulunya langsung mengering. Bulu-bulunya seperti daun talas, nyaris tidak bisa basah oleh air.

Selain itu, penguin mempunyai lapisan lemak tebal di bawah kulitnya, sehingga suhu badannya senantiasa terasa hangat. Makanan utama penguin adalah ikan laut. Karena itu mereka banyak menghabiskan waktu untuk berenang dan menyelam dalam laut. Ketika sedang bertelur atau mengasuh anak, barulah para induk penguin suka tinggal di darat.

Induk betina penguin rata-rata hanya bertelur 2 butir. Setelah bertelur, induk betina kembali ke laut mencari makan. Anehnya, induk jantan justru yang dimintai mengerami telur-telurnya. Selama mengerami, induk jantan berpuasa. Karena itu para induk jantan biasanya kehilangan sebagian lemak dalam tubuhnya, sehingga menjadi kurus-kurus. Setelah telur menetas, bayi-bayi penguin diberi makan berupa zat mirip susu yang keluar dari mulut induk jantan.

Sudah naluri, induk betina biasanya pulang setelah telur-telurnya menetas. Para induk jantan memamerkan bayi-bayi penguin itu di kaki, menyambut kedatangan para induk betina. Pertemuan antara para induk betina dan induk jantan disertai bayi-bayi mereka, membuat suasana sangat ramai dan bising.

Selain melepas rindu, mereka juga ribut saling membagi makanan.

Biasanya, induk betina dan induk jantan mengasuh anaknya sampai berusia sekitar 6 bulan. Setelah itu anak penguin dianggap sudah dewasa dan mulai memisahkan diri dari kedua induknya.

Sumber: Koran Suara Merdeka

Iklan

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s