Klenik-klenik di Seputar Tubuh Pria

Ukuran, bentuk tubuh, pikiran dan kebiasaan pria terkadang menjadi asumsi klasik yang dikaitkan dengan masalah seks. Tapi sebenarnya asumsi-asumsi tersebut kebanyakan hanya klenik. Apa saja hal-hal keliru yang banyak dipercaya orang itu?

Seperti dilansir dari LiveScience, Kamis (27/5/2010), berikut lima asumsi klasik tentang tubuh pria yang hanya merupakan mitos:

1. Pria dengan kaki besar juga memiliki alat kelamin yang besar

Memang benar, bahwa perkembangan penis dan jari-jari kaki (juga klitoris dan jari) dipengaruhi oleh gen yang sama. Tapi panjang dari salah satu tidak memprediksi panjang dari yang lainnya.

Dari sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 3.000 pria, tidak ditemukan adanya korelasi antara ukuran kaki dengan ukuran alat kelamin.

Sebagai contoh, sebuah studi tahun 2002, dipimpin oleh Jyoti Shah di St Mary’s Hospital di London, yang membandingkan ukuran kaki dan penis dari 104 partisipan dengan sangat hati-hati. Hasilnya, sama sekali tidak ditemukan kolerasi antara keduanya.

2. Jika rambut jenggot dan kepala dicukur, maka rambut akan tumbuh lagi lebih cepat, lebih tebal dan lebih kasar

“Jika hal ini benar, kita akan memiliki obat untuk pola kebotakan pada pria,” ujar Dr Aaron Caroll, dari Indiana University yang juga penulis buku ‘Don’t Swallow your Gum: Myths, Half-truths and Outright Lies About Your Body and Health’.

Menurut Carrol, jenggot mungkin terlihat lebat dan kasar pada awal pencukuran. Hal ini karena belum terkena sinar matahari dan unsur lainnya. Tetapi setelah rambut itu tumbuh, maka akan sama dengan rambut yang dicukur sebelumnya.

3. Air mani berisi kalori

“Air mani terdiri dari air dan zat gizi seperti vitamin C, kalsium dan magnesium. Air mani juga berisi gula fruktosa, tetapi hanya 5-7 persen yang berupa kalori, sehingga tidak akan mengganggu diet,” ujar Dr Rachel Vreeman, yang juga dari Indiana University.

4. Pria lajang punya kehidupan seks yang lebih baik ketimbang pria menikah

Sebuah asumsi konvensional mengatakan bahwa pria menikah tidak mendapatkan apa-apa, kecuali kelesuan di tempat tidur, sementara pria lajang ‘menutup kasus’ seperti ini.

Sebuah studi tahun 2006 yang dilakukan oleh National Opinion Research Center menemukan bahwa suami lebih beruntung 28 hingga 400 persen, tergantung usia. Dan ini tidak hanya melulu masalah seks, karena pria memberi dan mendapatkan lebih dari sekedar seks dengan menikah.

5. Pria memikirkan seks setiap 7 detik sekali

“Otak pria memang sebagian besar berpikir tentang seks, tetapi tidak seperti mereka menarik napas,” ujar Carrol.

Dalam salah satu survei nasional paling komprehensif tentang kebiasaan seksual di negara-negara Amerika, yang dilakukan oleh Edward Laumann dan rekan pada tahun 1994, menemukan bahwa 43 persen pria bahkan tidak sama sekali berpikir tentang seks dalam sehari, melainkan hanya beberapa kali dalam seminggu atau sebulan dan di tempat-tempat tertentu saja.

Sumber: Detikhealth.com

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s