Lumba-lumba, Siulannya Melebihi Kecepatan Suara

Seorang penulis esai Yunani, Plutarkh menulis, “Lumba-lumba adalah satu-satunya binatang yang mencintai manusia tanpa mengharapkan imbalan”. Mamalia yang masih satu kerabat dengan ikan paus ini, menurut The Word Book Encyclopedia juga dikategorikan sebagai hewan yang paling cerdas, selain simpanse dan anjing.

Namun, seperti dikatakan Plutarkh, lumba-lumba tertarik kepada manusia bukan supaya diberi makan, tetapi hewan itu juga membutuhkan kehadiran manusia di dalam hidupnya.

Buku Mysteries of the Deep mengungkapkan, lumba-lumba penuh rasa ingin tahu dan kemungkinan besar senang memperhatikan tingkah kita yang jenaka, sebagaimana kita juga senang memperhatikan kejenakaan mereka.

Dari 32 spesies lumba-lumba laut, 4 spesies hidup di Selandia Baru, yakni lumba-lumba biasa, lumba-lumba hidung botol, lumba-lumba kehitaman dan lumba-lumba terkecil di dunia atau lumba-lumba Hector.

Siulan

Lumba-lumba banyak terdapat di Bay of Islands, daerah pesisir yang indah di Selandia Baru. Lumba-lumba hidung botol bisa 4 meter panjangnya, dan sesekali muncul ke permukaan dengan mengikuti gelombang dari haluan kapal.

Lumba-lumba menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk bermain dan bersosialisasi. Kadang-kadang mereka melompat dan menari-nari di atas permukaan air sambil memamerkan beberapa helai rumput laut, yang menjadi makanannya sehari-hari.

Lumba-lumba menaruh rumput laut itu di sirip atau moncongnya.

Untuk “melihat” lebih seksama lingkungan mereka di bawah laut, lumba-lumba menggunakan system echolocation atau sonar, yang beroperasi pada frekuensi yang sama dengan pemindaian ultrasonic.

Mamalia itu mengirimkan suara kliknya dan “gambar” yang mereka terima memungkinkan mereka untuk menentukan lokasi makanan dan objek lain yang menarik, termasuk manusia.

Lumba-lumba berkomunikasi dengan siulan bernada tinggi dan empat setengah kali lebih cepat dari para ucapan manusia. Lumba-lumba tidak menggunakan bahasa seperti yang kita kenal, tetapi tampaknya mereka menciptakan gambar dari suara.

Sumber: Koran Suara Merdeka, Jum’at 20 November 2009.

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s