Apa Rasanya Menjadi Kera?

Kera dianggap sebagai kerabat terdekat manusia. Namun, pernahkah Anda membayangkan apa rasanya menjadi seekor kera? Berikut kata sains.

Seperti kera betina ekor panjang Afrika, manusia terlahir dalam komunitas yang dekat dengan betina (wanita). Bersama-sama, kera membentuk inti yang stabil dari koloninya sendiri dan ingin tetap berada di sana seumur hidupnya. Di koloni itu, peringkat sosial ditentukan berdasarkan kebiasaan berpasangan.

Di usia empat atau lima tahun, kera ini mencapai kedewasaannya. Pejantan mencapai usia dewasa pada usia enam tahun ketika pejantan itu meninggalkan kelompoknya.

Setelah meninggalkan kelompok, pejantan akan pergi ke komunitas tetangga dan berusaha menetapkan peringkat sosialnya sendiri serta menghasilkan keturunan.

Dalam hal kekerabatan, peringkat dominasi, ketertarikan seksual dan pertahanan kelompok, sebagian besar perilaku manusia dapat dijelaskan psikolog.

Namun, ilmuwan sulit memisahkan perilaku manusia dari prasangka pengetahuan di masyarakat. Belum jelas apakah manusia memiliki pemahaman pada hubungan kekerabatan dan dominasi. Atau, apakah manusia hanya beraksi pada impuls kimia yang telah berevolusi di dalam spesiesnya sebagai metode sukses untuk mempromosikan gen.

Berdasarkan hal tersebut, seperti dikutip sciencedaily, mungkin Anda menemukan kemiripan. Atau, malah Anda sering membayangkan hal serupa. (inilah.com)

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s