Mengapa Binatang Gunung Berkaki Pendek

Sebagian besar studi menyimpulkan bahwa iklim dingin adalah penyebab kaki bawah lebih pendek, yang menjadi ciri Neandertal. Namun peneliti di Johns Hopkins menemukan bahwa panjang tungkai kaki bawah yang lebih pendek dibanding kaki manusia modern membuat mereka bergerak lebih efisien di kawasan pegunungan tempat mereka tinggal.

Temuan itu mengungkap kecenderungan yang lebih luas antara panjang kaki bawah yang lebih pendek dan lingkungan pegunungan. Temuan itu mungkin dapat menjelaskan proporsi kaki berbagai jenis binatang.

“Studi yang mempelajari panjang tungkai selalu menyimpulkan bahwa tungkai yang lebih pendek, termasuk pada Neandertal, menyebabkan gerakan yang kurang efisien karena mereka harus melangkah lebih banyak untuk menempuh jarak yang sama,” kata Ryan Higgins, peneliti studi dari Johns Hopkins Center of Functional Anatomy and Evolution di Baltimore, Amerika Serikat.

“Namun studi lain itu hanya memperhitungkan tanah datar. Studi kami menunjukkan bahwa langkah Neandertal tidak kurang efisien ketimbang manusia modern di lingkungan pegunungan dan lereng terjal tempat mereka tinggal.”

Neandertal, yang hidup 40-200 ribu tahun lampau di Eropa dan Asia Barat, terutama sepanjang periode yang amat dingin, mempunyai perawakan lebih kecil dan kaki bawah lebih pendek ketimbang manusia modern.

Karena mamalia di daerah dingin cenderung lebih pendek dan kekar, dengan area permukaan lebih kecil, peneliti biasanya menyimpulkan bahwa temperatur kawasan itulah yang membuat tungkai mereka lebih pendek dibanding manusia modern, yang hidup di lingkungan panas.

Dengan menggunakan model matematika yang menghubungkan proporsi kaki dengan sudut kemiringan bukit, tim Higgins menghitung bahwa Neandertal bergerak lebih mudah di lereng ketimbang manusia modern berkaki panjang.

“Kaki pendek mereka membuat Neandertal lebih mahir berjalan di pegunungan,” kata Higgins.

Untuk membuktikannya, Higgins meneliti beberapa spesies lain yang berada dalam situasi serupa untuk melihat apakah hal itu juga berlaku sama.

“Kami meneliti binatang lain dengan konstruksi kaki serupa yang hidup baik di daerah pegunungan maupun datar, seperti Neandertal dan manusia, untuk melihat apakah binatang di pegunungan cenderung berkaki pendek.”

Peneliti mempelajari berbagai mamalia, seperti gazelle, antelop, kambing, dan domba, karena binatang tersebut hidup di lingkungan berbukit maupun daerah datar.

Hasilnya, spesies gazelle pegunungan mempunyai kaki bawah lebih pendek ketimbang gazelle di daerah datar, meski iklimnya sama. Di antara kambing dan domba yang hidup di pegunungan, spesies yang hidup di kawasan datar mempunyai kaki lebih panjang. (tempointeraktif.com)

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s