Wah, Anjing Ternyata Bisa Membedakan Benar dan Salah

Dalam sebuah video YouTube yang terkenal, Tank jelas-jelas memperlihatkan wajah bersalah ketika pemiliknya pulang dan menemukan sampah berserakan dan tutup tempat sampah menyangkut di kepala anjing itu. Namun apakah anjing tersebut sadar telah melakukan kesalahan atau hanya mencoba tampak patuh karena diteriaki pemiliknya?

Hal itu menarik minat para etologis, atau peneliti yang mempelajari perilaku binatang. Selama bertahun-tahun, para peneliti itu telah menyingkirkan jauh-jauh kemungkinan binatang juga mempunyai moralitas sehingga bisa membedakan mana yang benar dan salah. Belakangan ini arus tersebut mulai berubah arah.

“Orang biasa menarik batas antara manusia dan binatang,” kata Marc Bekoff, ahli etologi. “Tapi tak diragukan lagi bahwa ada banyak bukti ilmiah tentang moralitas binatang ketika makin banyak penelitian terhadap binatang.”

Bekoff adalah profesor emeritus ekologi dan biologi evolusioner di University of Colorado, Boulder, dan salah satu pendiri Ethologists for the Ethical Treatment of Animals.

Dia yakin moralitas adalah sebuah karakter yang berkembang, bukan sebuah sistem yang diciptakan oleh manusia, dan hal itu telah berkembang sejak awal sejarah mamalia.

“Hal itu memang baru diobservasi pada spesies tertentu karena belum dipelajari secara mendetail. Tapi saya duga sentimen moral itu tersebar luas di antara mamalia,” kata Bekoff.

Sebagian besar riset Bekoff difokuskan pada serigala dan coyote, yang hidup dalam kelompok yang diatur oleh peraturan ketat. Bekoff telah memantau tindakan altruism, toleransi, pengampunan, keadilan, dan hubungan timbal balik di antara binatang tersebut, serta banyak sentimen moral itu terbukti menjadi cara serigala bermain dengan kelompoknya.

Binatang dalam keluarga anjing, seperti serigala, mempelajari kode sosial perilaku sejak usia muda lewat bermain. Pelanggaran terhadap peraturan itu, semisal mengambil bagian makanan yang lain, adalah masalah serius di antara serigala dan coyote.

Binatang yang curang itu akan dijauhi, bahkan didepak dari kelompok, dan biasanya cepat mati karena tak lagi memperoleh keuntungan hidup dalam kawanan. Sebagai binatang yang berevolusi dari serigala, anjing tampaknya tetap mempertahankan sifat keadilan binatang buas itu.

“Mereka mempunyai kemampuan membedakan mana yang benar dan salah,” ujarnya.

“Jika seekor anjing mengajak anjing lain bermain, ia tahu sangatlah tidak fair bila mengajak anjing bermain tetap menggigitnya atau mencoba mengawininya.” (tempointeraktif.com)

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s