Di Kota, Burung Menyanyikan Lagu Berbeda

Apakah anda pernah dianggap terlalu berisik sehingga tak menarik perhatian lawan jenis? Burung merasakan derita tersebut. Kicauan adalah kunci utama bagi burung untuk menarik perhatian burung lainnya. Namun upaya berkicau ini terganggu oleh bisingnya kota.

“Nyanyian burung sulit bersaing dengan suara frekuensi rendah kota,” ujar ahli konservasi dari Smithsonian Conservation Biology Institute, Peter Marra.

Namun cinta tak bisa dibendung. Agar bisa terdengar, burung memodifikasi suara mereka sehingga rayuan mereka tetap terdengar merdu. Penelitian di lapangan menunjukkan burung perkotaan seperti catbird kelabu atau burung robin memilih berkicau berbeda dibandingkan sepupu mereka di desa.

“Lima dari enam spesies burung mengalami penurunan jumlah pekicau pada nada rendah,” tambah dia.

Burung memilih berkicau pada nada berbeda. Lagu yang mereka dendangkan dinyanyikan pada nada menengah atau tinggi. Burung yang berkicau pada nada tinggi seperti Northern cardinal juga mengalami masalah.

Bangunan-bangunan tinggi menyerap dan membiaskan suara mereka, membuat nyanyian terdengar sumbang. Akibatnya, burung seperti ini juga mengubah nada suara.

Ahli komunikasi hewan dari Duke University, Steve Nowicki beranggapan suara burung akan berubah seiring bertambahnya waktu. Burung mempelajari nyanyian dari orang tua mereka sehingga setelah beberapa lama akan muncul gaya nyanyian baru.

Namun masalah lain lagi-lagi muncul. Burung hanya mau kawin jika mendengarkan nyanyian khusus. Perbedaan nada membuat burung perkotaan mengembangkan nyanyian berbeda dibandingkan burung pedesaan.

“Kecil kemungkinan burung perkotaan dan pedesaan kawin satu sama lain,” ujar Nowicki, “Mereka berhenti berbicara dalam bahasa yang sama.”

Ia enggan menegaskan apakah persoalan kicauan burung ini berujung pada munculnya spesies baru. Namun ia yakin perkembangan ini mengarah pada spesiasi. (tempo.co)

Iklan

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s