Mengapa Burung-burung Bernyanyi?

Kicauan burung-burung terdengar sangat merdu, sehingga orang sering mengatakan burung-burung sedang bernyanyi. Di hutan atau pedesaan, burung-burung bernyanyi seperti bersahut-sahutan. Seakan-akan mereka sedang bersenda-gurau, bergembira, atau berkomunikasi satu sama lain.

Seperti hewan-hewan lain yang hidup di alam terbuka, burung-burung memang berkomunikasi satu sama lain. Burung-burung membuat suara dengan paruhnya. Namun beberapa jenis burung membuat suara dari bulu-bulunya.

Burung-burung bernyanyi tentu punya tujuan atau maksud-maksud tertentu. Tujuan yang paling umum adalah mengungkapkan rasa gembira. Namun terkadang burung-burung bernyanyi punya tujuan tertentu yang telah dimengerti oleh sejenisnya, bahkan oleh jenis-jenis burung lain. Misalnya, burung-burung bersuara keras ketika melihat seekor elang terbang meliuk-liuk mencari mangsa.

Beberapa jenis burung bernyanyi riuh rendah ketika menyatukan sekawanan burung-burung sejenis di hutan lebat.

Burung-burung yang sedang bermigrasi pada malam hari, biasanya juga bernyanyi dengan suara keras untuk mengundang dan mengajak burung-burung sejenisnya ikut bermigrasi mencari tempat tinggal baru yang banyak makanannya.

Dalam sebuah kawasan hutan, burung-burung jantan bernyanyi riang untuk mencari pasangan burung betina. Selain itu, nyanyian burung-burung jantan sebagai tanda mereka telah memilih tempat tinggal dan siap mempertahankan daerahnya.

Biasanya burung jantan dan burung betina bekerja sama membangun sarang ketika siap bertelur. Tetapi setelah telur-telur menetas, induk betinanyalah yang lebih berperan membesarkan anak-anak hingga bisa terbang dan mencari makan sendiri di alam bebas.

Menurut para ahli burung, burung-burung juga mempunyai dialek. Nyanyian jenis burung yang sama terdengar berbeda di berbagai belahan bumi yang lain. Ini menunjukkan, selain burung-burung mempunyai naluri untuk bernyanyi, selama hidupnya burung-burung juga belajar bernyanyi atau berkomunikasi, terutama jika mereka menghuni tempat tinggal baru setelah bermigrasi.

Sumber: Koran Suara Merdeka

Tentang Fadhl Ihsan

Silakan temukan saya di http://facebook.com/fadhl.ihsan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s